Team Takraw Bojonegoro

Senin, 16 Februari 2009

Sejarah Takraw

Cerita singkat tentang Sepak Takraw:
Olahraga sepak takraw asal mulanya dibawa oleh pendatang, dan dimainkan pada waktu luang. Olahraga ini termasuk olahraga tradisional karena sudah dikenal dan dimainkan oleh orang-orang remaja dan dewasa suku Bugis yang sebagian besar tinggal di pesisir pantai. Sampai saat ini sepak takraw sudah membudaya ke pelosok nusantara, bahkan menjadi event nasional.

Bahan pembuat:
Rotan segah.

Cara menggunakan:
Menyepak/menendang dan menanduk.

Aturan pertandingannya adalah:
- Setiap regu terdiri dari 3 orang pemain.
- Setiap pemain mendapat tugas tetap, yaitu melempar bola,
menendang, dan menanduk, dimana arena pertandingan tidak
berganti posisi atau tidak berubah.
- Yang berhasil memasukkan bola ke daerah lawan, dan lawan
gagal memblok, maka akan mendapat poin/nilai. Nilai pemain
yang banyak yang menang.
- Setiap pemain memiliki posisi yang berbeda,yaitu ada bagian Tekong,Vidder dan Smasher.

0 komentar:

Posting Komentar

Snap Shots

Get Free Shots from Snap.com

Snap Shots

Get Free Shots from Snap.com

My Love Story

Surat-suratku untuk sang surya

Di barat itu sang surya terbiasa tenggelam...Namun surya dalam hatiku tak akan karam dimakan ruang waktu.....


Bagaimanakah kabar kekasihku di perantauan?. Saya selalu mencoba tertawa dalam tangis dan menangis untuk menyimpan tawa bila teringat tentang engkau.........

Ingatkah Engkau saat aku tega tak tega melepas kau tinggalkan kenangan dimana kita menuang madu demi madu asmara setiap harinya?Ingatkah engkau bagaimana petaruhku saat melepas kau pergi?menyuruhmu kuat,menyuruh tegar?Padahal aku tau payah aku menyimpan air mata..........

Hangus hatiku rasa-rasanya.Aku tak pernah ingin keputusan itu terjadi, hingga kau berada jauh terlempar dari penglihatanku.Jarak kita begitu jauh berkembang. Pekik teriak hatiku saat menanti kapan kamu hidupkan nyawa yang setengah terkubur ini????????

Tapi bila aku teringat sesuci-sucinya cintaku pada engkau kekasihku, aku tak akan pernah gundah lepaskan nyawaku untuk panjangkan nyawamu dariku..........

Biarkan ruang dan waktu tertawakan cintaku, bahkan aku akan menertawakannya lebih keras karena tak bisa mengukur kecintaanku akan engkau..........

Demikianlah Engkau Karam

Camar-camar laut mengepak-ngepak
bersalam-salaman dengan surya yang hendak berpulang
Lembayung yang senja meneriakkan petang
sunyi....
berteman langkah kalangan alam

Mataku pun tak lagi bisa melihat jujur
tetapi hatiku masih awas
kala pasir putih ini
disanding ombak-ombak petang
tetapi otakku masih waras
untuk menilik kejadian dulu-dulu

Disini dulu aku menilas jejak
jejak dimana raga kita terkembang
Air mataku mengalir di sisi laut
Demikianlah....
Engkau terbawa lenyap oleh besi-besi itu...

Snap Shots

Get Free Shots from Snap.com

Followers

Text

  ©Template by Dicas Blogger.